STIPAS WISUDA 26 MAHASISWA
PALANGKA RAYA (KALTENG POS), Untuk ketiga kalinya, Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya, meluluskan mahasiswanya. Sebanyak 26 orang berhasil mencapai gelar Sarjana Agama Katolik (S.Ag) pada wisuda angkatan ketiga. Mereka mengikuti sidang senat terbuka dengan acara Wisuda Sarjana di Gedung Serbaguna Keuskupan Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut KM. 1, Sabtu (7/2) pagi.
Sebanyak 26 Wisudawan ini meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) pada rentang 2,32 hingga 3,77 dengan masa tempuh 4-5 Tahun. Mereka yang berhasil lulus antara lain : Jakomina Savera Mongi, Monika Aprilianti, Fidelia Lito Ruron, Yohana Yeni Susyani, Imaculata Tuli, Mirdayanto, Sarbini, Reineldis Bura, Teriesi Peronika, Yohana Godelifa Nago, Maria Goreti Ika Paulina, Maria Dolorosa.
Selanjutnya Lucia Anggi, Falensiana, Anjelina Ge’e, Suryani, Oktavianus Budi Nong Lamen, Semiernesta, Susantorianus, Virginia Ollipia, Florida Emil, Sekar Dewi Aprisenawati, Sesilia Isusanti, Thomas Salu, Mistoyo, Petrus Mardi Purnomo. IPK tertinggi diraih oleh Jakomina Savera Mongi yakni 3,77. Diapun meraih predikat Cumlaude. IPK terendah diraih oleh Susantorianus dengan IPK 2,32 dengan predikat Cukup.
“Wisuda sarjana ini meripakan salah satu momen bersejarah, bagi setiap orang yang menempuh pendidikan tinggi. Hal ini merupakan prestasi manis dari sebuah perjuangan dalam pembentukan diri yang sangat membanggakan. Namun, perlu ditekankan bahwa proses pembentukan diri tidak boleh berhenti hanya sebatas wisuda ini saja, tetapi harus dikembangkan terus demi peningkatan mutu dan kualitas, “ ungkap Ketua STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya P. Drs. Silvanus Subandi, Pr, S.T.L., dalam sambutannya pada wisuda tersebut.
Dikatakannya sesuai dengan situsi dan kondisi masyarakat Dayak yang masih hidup dalam situasi serba terbatas, baik dalam bidang pendidikan maupun dalam bidang sosial ekonomi. Dalam bidang pendidikan, fakta bahwa mutu pendidikan di daerah pedalaman masih rendah. Hal itu disebabkan karena kurangnya tenaga pendidik yang memiliki disiplin dan tanggung jawab yang besar bagi perkembangan bangsa dan negara .
“ maka, bila kita ingin daerah kita berkembang maka peningkatan kualifikasi pendidikan harus menjadi prioritas dalam pembangunan. Karenanya, mari kita dorong anak-anak mereka untuk belajar hingga ke perguruan tinggi,” tegasnya.
Kurangnya pendidikan agama di daerah pedalaman menyebabkan umat Katolik tidak mendapatkan pembinaan spiritual yang memadai. Hal ini terjadi karena kurangnya tenaga guru agama yang siap untuk melayani kebutuhan spriritual umat. “menanggapi hal ini, STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya tentu memiliki peran strategis dalam mendidik kader awan yang memiliki semangat dan dedikasi yang tinggi dalam pembangunan bangsa, khususnya dalam pembinaan dan pendidikan Spiritual umat Katolik di seluruh wilayah Kalteng,” tutur P. Silvanus Subandi.
Dalam rangka itulah, kurikulum ilmu agama STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya dirancang agar outputnya tidak hanya memiliki ilmu agama yang tinggi, tetapi juga memiliki ketrampilan signifikan, baik dalam kepemimpinan dan mampu mengembangkan hidup di tengah kesulitan ekonomi, urainya.
Kami berharap agar pencapain IPK tertinggi pada lulusan dapat memicu semangat mahasiswa lainnya untuk meningkatkan prestasi. Semoga Ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang telah diperoleh dapat menjadi bekal dalam melayani Tuhan dalam Pelayanan kepada sesama” Pungkas Silvanus (rie/akr)





Selamat atas wisudawan dan wisudawati stipas, semoga menjadi penerus Kristus di masa sekarang.